Saturday, May 28, 2011

be kind

bercerita tentang travel kemungkinan besar akan membuat saya kembali dijuluki ambasador travel oleh beberapa teman. tapi kejadian menarik dan pelajaran berharga bisa saja didapat disana. singkat cerita, hampir setaun yang lalu, saya kenalan dengan seorang teman di Cipaganti travel dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Jakarta.

waktu itu saya ingat saya cukup sibuk autis dengan gadget, dan ga peduli sama sebelah saya. ya hanya untuk chat yang mungkin ga penting-penting amat sama teman yang saya temui tiap hari pula. atau sekedar membalas mention twitter atau malah mereply tweet orang lain. saya memang bukan tipe orang yang luwes dan senang berinteraksi dengan orang baru, saya cenderung awkward, sekalipun orang yang telah lama mengenal saya pasti bilang saya cerewet. makanya saya memilih untuk berinteraksi dengan orang yang jauh saja, dan nyuekin orang yang ada di dekat saya. lalu, dimulailah pembicaraan itu.
"sejak gadget makin canggih, kita jadi autis ya, sadar gak?" kata mba rieka buka pembicaraan.
lalu kita jadi ngobrol sejak detik itu. tidak tidur berpuluh kilo meter perjalanan. mengabaikan ym chat beberapa orang. ya, saya dan orang yand duduk sebelah saya saat di travel itu mengobrol hangat. dia bercerita tentang keluarganya, dulu tinggal di kota mana, kerja dimana, sampai membahas harga handphone yang kebetulan handphone saya dan handphone mba rieka waktu itu sama. hah banyak deh. begitu juga saya bercerita ke dia. sebenernya saat itu ada unsur gak enak, dia cerita, maka saya cerita balik. gitu sih.

dalam perjalanan, akhirnya kita tukeran pin, tukeran ym!
"nanti kalo aku kebandung lagi, kita ketemuan ya, nanti tinggal chat"
"oh iya mba, kabarin aja yaa"
lalu kita berpisah dengan cipika cipiki, saat mba rieka nyegat taksi di depan pool cipaganti.

tadi, setelah sekian lamanya tiba-tiba mba rieka ngechat ym saya. nanya apa kabar, masih inget dia kan, dll. dan terakhir dia bilang, "doain ya, abis lebaran ini aku mau merit X_X"
saya sih ngerasa lucu aja, unyu gitu, perjalanan di travel yang begitu singkat bisa membuat akrab. ya sekalipun ada yang bilang basa-basi, tapi ini serasa-di-film banget loh.

berapa banyak sih orang yang bisa peduli kayak gitu jaman sekarang?

kalo menurut saya sih, sebenernya kepedulian itu masih ada di hati orang-orang, rasa ingin tau tentang orang lain dan membagi kisah tentang diri sendiri juga. buktinya banyak kan orang yang diam-diam cyber stalk orang lain kan, buka profile facebook, timeline twitter, tumblr orang lain baik yang dekat atau enggak.. dan jelas banyak orang yang ingin didengar ceritanya, bisa saja melalui tweet foto makan siang, atau check in foursquare karena ingin diketahui keberadaannya.

ya, entahlah, jaman sekarang saya ngeliatnya lebih ke asas manfaat sih, kalo ga ada perlunya, gamau baik gamau ramah. coba deh kalo kita mau ramah dan mau ngobrol dengan siapa saja, hidup ini pasti lebih indah. toh keinginan untuk berbagi cerita itu selalu ada kan, tinggal kita pindahkan saja dari dunia maya ke dunia nyata. mundurlah sejenak dari tahun 2011, era dimana orang tidak lebih individualis, siapa tau, antrian sebelum kamu di atm itu nantinya bisa ngasih kamu kerjaan mungkin, atau ternyata adalah calon sepupu iparmu.

make a good impression to everyone, be kind, be humble!

❥ adeline

limitless

well, libur tlah tiba libur tlah tiba!

hari ini adalah hari pertama libur buat saya, setelah sekian lamanya (hore!)
idealnya sih di kampus saya, semua ujian akhir berakhir di tanggal 23. tapi ya di dunia ini kan yang ideal cmn ada di atas kertas kan ya? haha

anyway! di hari libur pertama saya, tadi saya sempat nonton limitless, yang berhasil membuat saya pengen banget bisa kayak pemeran utama itu. membayangkan bagaimana kalo mendapat kesempatan menyicip "smart pil" tersebut sekalipun cuman 1. haha *kebawa film*. not really worth to watch sih, soalnya happy endingnya terlalu ngayal aja gitu gak seru. tapi ya cukup menarik untuk ditonton (menurut saya).

seperti biasa, kalau masuk ke blogspot, artinya saya lagi ingin meracau. well apa ya, hm yang mana maksud saya.. haha.. habis banyak sekali pikiran-pikiran yang mengawang di otak ini, pingin ditulis kemari.. baiklah, saya akan cerita tentang saya di chat anak tpb, mengobrol tentang pilihan jurusan di FTI. jadi ceritanya anak ini sedang galau mau mengubah pilihan kuesioner jurusan atau tidak. bertanya pada saya, bagaimana perkuliahan di jurusan saya, dan bagaimana saya menghadapi pergaulan yang ada.

well, cerita saja, jurusan saya ini bukan jurusan yang digandrungi semua orang, lebih dari setengah di angkatan saya adalah orang-orang yang tidak memilih fisika teknik di pilihan pertamanya, termasuk juga saya. berangkat dari sana, mental belajar di jurusan saya mungkin tidak semenggebu-gebu di jurusan yang favorit, tapi bukan berarti kami bodoh dan malas. kami hanya punya cara yang berbeda dengan teman-teman yang orientasi hidupnya lebih ke akademik.

2 tahun saya di sini. senang? tentu saja. stress? lebih lagi. haha. bukan karena saya menyangkal karena masih terbawa-bawa mimpi di tahun pertama, toh sepertinya jika saya masuk jurusan di pilihan pertama saya, belum tentu saya tidak stress juga. entahlah sebenarnya minat saya apa juga saya ga tau haha.. mungkin buka salon nail art, atau buka salon khusus hair do, atau masak, atau merajut, gatau.. gatau sama sekali haha..

yang jelas, kuliah di fisika teknik ini telah mengubah banyak hal. terutama cara pandang saya ke suatu hal. saya tidak lagi membedakan teman berdasarkan apapun, dan saya menaruh respek yang sama pada setiap orang. disini saya berteman dengan semua orang, berteman dan akrab dengan banyak tipe orang membuat saya bisa mengerti lebih jauh dan selalu bisa melihat dari perspektif yang positif.

kalau stress tentu saja ada, awalnya saya pikir karena saya tidak suka kuliahnya, tapi sekarang saya mulai menyadari kalau hidup selalu ada masalah untuk dipikirkan, dan stress tentu saja dekat. saya melihat semua nya dari kacamata positif dan menikmati semua yang telah disediakan tuhan dalam hidup saya, termasuk fisika teknik. meskipun saya stress belajar metoda pengukuran, atau medan elektromagnetik, itu semua bukan masalah besar buat saya. saya udah sadar kalo mau tidak stress mungkin kita sudah mati.

well, ini post random bgt sih ya.. ahaha.. ya kan udah saya bilang, pengen ngomong banyak.. aduh sebenernya ada lagi sih, tapi di post berikutnya aja deh ahhaha

❥ adeline

Wednesday, May 25, 2011

50 kebiasaan orang sukses

saya lagi suka banget sama account twitter @YoungOnTop, twitter ini dipegang oleh @billy_boen, penulis buku bertajuk Young On Top itu.. bukunya sih saya belum baca ya (hehe) tapi memfollow @YoungOnTop itu sesekali dapat memberikan motivasi gratis dan seringkali ampuh, timelinenya yang selalu optimis dan memotivasi, kadang tweet-tweet tersebut ditulis secara berkelanjutan hingga beberapa nomer, dan hari ini kebetulan sedang membahas tentang kebiasaan orang sukses. ingin mencontoh kebiasaan orang sukses? dalam timeline @YoungOnTop hari ini terdapat 50 kebiasaan yang ditulis dalam 50 tweetnya.. kelewat membacanya di timeline? ini dia..


1. Carilah dan temukan kesempatan di saat orang lain gagal menemukannya
2. Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran, bukannya kesulitan belaka
3. Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada
4. Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada
5. Sama spt org kebanyakan, orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya
6. Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif
7. Mereka jarang mengeluh.
8. Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
9. Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif
10. Mereka produktif dan proaktif


11. Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain
12. Mereka memiliki semangat dan ambisi. Punya ambisi itu tidak salah kok. Asal dibawa ke arah yg positif
13. Mereka tahu benar apa yang diinginkan dan apa yang ingin dicapai.
14. Mereka inovatif dan bukan plagiat.
15. Mereka tidak menunda-nunda hal yang harus mereka selesaikan.
16. Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
17. Mereka tidak menganggap diri sendiri sempurna sehingga mau belajar dari orang lain.
18.Mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, bukan hanya apa yang mereka mau lakukan.
19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat
20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera


21. Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya
22. Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta
23. Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
24. Mereka adalah komunikator yang handal.
25. Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu
27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah
28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa
29. Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya
30. Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri


31. Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga
32. Mereka juga murah hati dan baik hati
33. Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf
34. Mereka mau beradaptasi dengan perubahan
35. Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
36. Mereka rajin.
37. Ulet
38. Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
39. Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan
40. Mereka tidak terbawa arus ketika bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak


41. Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka
42. Mereka merasa nyaman dalam bekerja
43. Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri
44. Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua
45. Mereka tahu bagaimana harus rileks dan menikmati apa yang ada
47. Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah
48. Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai
49. Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani
50. Mereka melakukan apa yang mereka katakan!


nah, semoga bermanfaat :)


❥ adeline

quote of the day

follows the heart, hears the conscience, believes in intuition. our desire isn’t ours,
its put by God in our mind.

❥ adeline

Monday, May 16, 2011

abaikan post ini

susah ya kalau jadi orang seperti saya, apa-apa butuh orang untuk membahas sesuatu yang dipikirkan. atau semua orang diluar sana demikian? apa semua orang juga butuh orang lain untuk diajak bicara ketika ada sesuatu hal yang mengganjal? haduh tapi memang berbicara dan bercerita itu kayaknya kebutuhan pokok hidup saya deh, lebih penting dari nasi.

1. jatohnya saya jadi kayak cerewet banget dan "membagi" semua yang saya punya. biasanya saya menyiasatinya dengan bercerita ke orang yang mungkin amat jauh dari tokoh-tokoh yang ada di kasus tersebut. seengganya mereka gak saling kenal, saya pikir. atau saya bercerita ke orang yang menurut saya tidak akan tersinggung dan bisa mengambil tindakan tepat atas curahan hati saya.

2. ada suatu titik dimana saya tidak menemukan orang yang saya anggap pas untuk mendengar cerita saya, nah, di titik itu rasanya saya mau mati aaa stress.

sebenarnya sih saya hanya merasa demikian ketika kasus itu sangat bersinggungan dengan saya, tenang aja, kalo ada teman curhat tentang masalahnya ya saya gak merasa sengebet itu untuk mengeluarkannya. argh yang jelas sekarang saya butuh mengeluarkan cerita ini tapi kemana dan gimana donk...

abaikan post ini.
❥ adeline

masuk surga

hari ini pengumuman kelulusan UAN di SMA-SMA. jadi mengingat euforia lulus sekolah 3 taun yang lalu. gak kerasa udah 3 taun kuliah. perasaan baru kemaren beli formulir, terus ikut ospek, terus sekarang udah rebek sama kerja praktek aja. ternyata benar waktu terbang lari tunggang langgang *edisi lebay* haha

kalo sekarang ketemu temen sepantaran, pasti pertanyaannya : "KP dimana lo?" sama halnya 3 taun yang lalu ditanyain "masuk (kampus) mana lo?"

sebenernya itu pertanyaan basa basi yang menurut saya sensitif. karena nyatanya, tidak semua anak tingkat 3 memilih KP di bulan Juni-Juli atau bahkan tidak dapat dapat KP di bulan Juni-Juli. *uhuk* nah, coba bayangkan bagaimana awkwardnya jika jawabannya adalah "gue di decline perusahaan anu, dan gua gak bisa KP taun ini" jeng jeeeeng! kalo saya ada di posisi itu, saya rela ditimpuk sendal terus meleleh jadi cairan dan meluber datar diatas bumi. gak enak brow!

entah kenapa saya sering ada di posisi yang sensitif. mungkin karena saya cablak dan jarang mikirin perkataan saya, jadi saya sering dihukum semesta untuk merasakan, gimana rasanya ketemu orang cablak yang koordinasi mulut ama otaknya agak lemah. haha.

tiga taun yang lalu, eh lebih deh, saat teman-teman seangkatan lagi mikir mau kuliah dimana, saya masih nyantai dan masih tetap pada pendirian untuk nungguin USM 2 ITB. akhirnya di awal taun 2008 terdorong dari kelakuan hampir semua teman yang riweuh daftar kuliah, saya iseng-iseng aja nge-apply beasiswa di beberapa univ swasta. setelah daftar dan diterima, gak ada yang saya seriusin juga, gak ada yang dibayar sama ibu saya, permintaan saya, karena saya maunya di negri. haha.

saat itu tren obrolan basa-basi kalo ketemu teman yang gak terlalu dekat adalah: "masuk mana lo??" zzz pertanyaan yang gak ngenakin karena saya gak punya jawaban. saya ingat dulu itu USM 2 ITB ada di akhir bulan Mei, dan pengumuman di bulan Juni. jadi jauh sebelum itu, kalo ada pertanyaan
teman: masuk mana de?
jawaban yang bisa saya berikan adalah
ade: masuk surga!!
lalu teman yang bijaksana biasanya mengerti kalo saya belum dapet kampus, tapi yang agak kurang peka biasanya menambahkan
teman: SERIUSLAH?!
ade: yee.. beneran emang gua mau masuk surga!! lo emangnya gak mau masuk surga??

tapi sepertinya sekarang saya udah less nyolot, layaknya makanan sehat udah less fat dan less sugar. paling kalo kena pertanyaan sensitif cuma dalem hati aja: ****! kelaut aja lah lo! dengan default muka tetep senang. hah adeline memang palsu.

tapi sepertinya dunia senang dengan orang palsu. jadi yasudahlah........


salam palsu.

❥ adeline

Tuesday, March 15, 2011

tentang negatif thinking

halo semua, senang deh bisa ngebacot disini.. sok pinter dan sok filosofis, cuman di blogspot saya yang ini bisa seleluasa ini.. :)

btw, langsung saja.. sebuah perbincangan saya dengan seorang senior di kampus, hari jumat lalu, masih terkenang-kenang, dan semoga akan terus saya ingat. karena sebagai makhluk yang persentase pikiran negatifnya lebih tinggi dari pada positif thingking seperti saya, saya cukup sadar, kadang jadi orang yang hobi bernegatif thinking itu mengganggu hidup saya dan hidup orang lain (kadang-kadang lagi).

siapa suka suudzon? hayoo
saya suka loh hahaha.. saya coba ngurangin tapi gak bisa, tidak semudah mengontrol perkataan apalagi tindakan, mengontrol pikiran jauh lebih susah.. ya mungkin bisa sih dengan bermeditasi ya, tapi gak secepat dan segampang itu.

akhirya saya dapet solusinya. paling gak sementara ini
suudzon itu gakpapa, kadang malah diperluin, yang paling bijak adalah, kalo punya pikiran negatif ke seseorang atau sesuatu, sebaiknya disimpan saja untuk diri sendiri, karena kalau kita memberitahukan ke orang lain, salah-salah kita merubah persepsi orang lain ke orang tersebut jadi ikut buruk, padahal persepsi kita sendiri belum tentu benar kan.

eh sebenernya tips ini mungkin cmn cocok untuk saya kali ya ahaha.. karena saya ini suka negative thinking, sekaligus saya sanguine, dimana saya suka bicara, suka cerita, jadi kadang suka menceritakan yang gak seharusnya juga, duh.

yaudah deh segitu aja, jangan lupa untuk tetap bernegative thinking ya, tapi ingat, jangan kasih tau siapa-siapa :)
❥ adeline